Artikel Hadits

Munafik Sempurna

Dari hadits Abdullah ibn Umar ada dua pembagian yang bisa diambil pelajaran yaitu: benar-benar munafik (munafik sempurna) dan sifat atau perangai munafik yang ada pada diri seseorang.

Munafik tidak dikategorikan Islam, bukan Islam bukan juga kafir tetap ia sebagai munafik. dalam surat At-Taubah ayat 63-86 Allah menceritakan tentang orang-orang munafik pada masa rasul sehingga Allah memerintahkan kepada rasul jangan mendo’akan ampunan kepada mereka (tidak akan diterima walau rasul memohon 70 kali) dan jangan pula menyalatkan ketika dia mati (orang-orang munafik) demikian ancaman keras neraka jahannam yang kekal bagi orang-orang munafik.

Orang-orang munafik selalu menerima dan memberi dengan ketidak tulusan mereka jauh dari sifat rendah hati mereka selalu ingin di puji disertai sifat iri hati semisal ada yang menyamai dan melebihi mereka.

Orang-orang munafik suka melanggar kebenaran di dalam hatinya dan bahkan suka mengolok-oloknya, lebih menyukai bersenang-senang daripada melakukan hal bermanfaat,suka menghina orang yang berbuat baik dan menghasut orang untuk menghindari perbuatan-perbuatan baik.Dan tentunya lebih menyukai dunia daripada akhirat. Allah swt telah mengambarkan kaum munafik lebih dari satu surah salah satunya adalah; Allah Ta’ala berfirman;

Dan di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami telah beriman kepada Allah dan Hari Akhir,” padahal mereka sebetulnya bukan orang-orang yang beriman.Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang beriman,padahal mereka hanya menipu diri sendiri,sedang mereka tidak menyadari. Dalam hati mereka ada penyakit,lalu Allah memperhebat penyakit itu,dan mereka diberi siksaan yang pedih karena mereka mendustakan kebenaran.[[1]]

Allah telah menyebut kata an nifaq dan kata jadiannya di dalam Al Qur’an sebanyak 37 kali dalam surat yang berbeda. Yaitu, di dalam surat ‘Ali Imran, Al Hasyr, At Taubah, Al Ahzab, Al Fath, Al Hadid, Al Anfal, Al Munafiqun, An Nisaa, Al Ankabut, dan At Tahrim.

Kata an nifaq serta bentuk-bentuk jadiannya diulang-ulang penyebutannya pada sebagian dari surat-surat tersebut. Hal ini menunjukkan betapa sangat berbahaya orang-orang munafiq itu terhadap mujtama’ (masyarakat) dan Ad Din (agama).

1. Definisi Nifaq

Ibn Rajab berkata: “Nifaq secara bahasa merupakan jenis penipuan, makar, menampakkan kebaikan dan memendam kebalikannya.

Macam-Macam Nifaq

Menurut Ahlussunnah Wal Jama’ah, sifat nifak itu terbagi menjadi dua macam: Pertama: Nifaq I’tiqadi/ Nifaq Akbar yang terjadi pada masa Rasulullah SAW dan yang dicela dan dikafirkan para pelakunya oleh al-Qur’an. Rasulullah SAW menginformasikan bahwa pelakunya kelak akan menempati neraka paling bawah (kerak-kerak neraka).nifak dalam bentuk keimanan Nifak jenis ini menyebabkan pelakunya keluar dari agama (millah). Pelaku nifaq i’tiqadi ini ditempatkan pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Orang seperti ini di dalam hatinya mendustakan kitab-kitab Allah dan para malaikat-Nya, atau mendustakan salah satu asas dari asas Ahlussunnah. Dalil nifaq i’tiqadi ini adalah firman Allah Subhananu wa Ta’ala : “Di antara manusia ada yang mengatakan: ‘Kami beriman kepada Allah dan hari kemudian,’ padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Al Baqarah 8-10)

Kedua: Nifaq ‘Amali (nifaq dalam bentuk perbuatan)/ Nifaq Ashghar (Kemunafikan Kecil); yaitu kemunafikan dalam perbuatan. Gambarannya, seseorang menampakkan secara teranga-terangan keshalihannya namun menyembunyikan sifat yang berlawanan dengan itu.

Dalil mengenai nifaq ‘amali ini adalah sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam di dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim: “Ada tiga tanda orang munafiq: jika berkata ia dusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia khianat.”
Berikut ini ketiga puluh karakter orang-orang munafiq tersebut. empat diantaranya akan diperinci dibawahnya:

Karakter Ke-1 : Dusta

Karakter Ke-2 : Khianat

Karakter Ke-3 : Fujur dalam Pertikaian

Karakter Ke-4 : Ingkar Janji
Karakter Ke-5 : Malas Beribadah
Karakter Ke-6 : Riya
Karakter Ke-7 : Sedikit Berdzikir
Karakter Ke-8 : Mempercepat Shalat
Karakter Ke-9 : Mencela Orang-Orang yang Taat dan Sholeh
Karakter Ke-10 : Memperolok Al Qur’an, As Sunnah, dan Rasulullah saw
Karakter Ke-11 : Bersumpah Palsu
Karakter Ke-12 : Enggan Berinfaq
Karakter Ke-13 : Tidak Memiliki Kepedulian terhadap Nasib Kaum Muslimin
Karakter Ke-14 : Suka Menyebakan Kabar Dusta
Karakter Ke-15 : Mengingkari Takdir
Karakter Ke-16 : Mencaci maki Kehormatan Orang-Orang Sholeh
Karakter Ke-17 : Sering Meninggalkan Shalat Berjamaah
Karakter Ke-18 : Membuat Kerusakan di Muka Bumi dengan Dalih Mengadakan Perbaikan
Karakter Ke-19 : Tidak Ada Kesesuaian antara Zhahir dengan Batin
Karakter Ke-20 : Takut Terhadap Kejadian Apa pun
Karakter Ke-21 : Berudzur dengan Dalih Dusta
Karakter Ke-22 : Menyuruh Kemungkaran dan Mencegah Kema’rufan
Karakter Ke-23 : Bakhil
Karakter Ke-24 : Lupa Kepada Allah SWT
Karakter Ke-25 : Mendustakan janji Allah dan Rasul-Nya
Karakter Ke-26 : Lebih Memperhatikan Zhahir, Mengabaikan Batin
Karakter Ke-27 : Sombong dalam Berbicara
Karakter Ke-28 : Tidak Memahami Ad Din
Karakter Ke-29 : Bersembunyi dari Manusia dan Menantang Allah dengan Dosa
Karakter Ke-30 : Senang dengan Musibah yang Menimpa Orang-Orang Beriman dan Dengki Terhadap Kebahagiaan Mereka

Munafik

Dari hadits abu hurairah dan juga hadits Abdullah ibn Umar dijelaskan tanda atau perangai orang munafik itu diantaranya sebagai berikut:

Karakter Ke-1 : Dusta

Imam Ibnu Taimiyyah berkata: “Al Kidzb (dusta) adalah salah satu rukun (elemen) dari kekufuran.” Selanjutnya beliau menuturkan bahwa jika Allah menyebut nifak dalam Al Qur’an, maka Dia menyebutkannya bersama dusta (al kidzb). Dan apabila Allah menyebut al kidzb, maka kata nifak disebutkan bersamanya. “Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: “Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah.” Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.[[2]]

Demikian juga apabila Allah menyebut tentang nifak, maka disebut pula qillatudz zikr (sedikit berdzikir kepada Allah). “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali “(QS. An Nisaa :142).

Sedangkan jika Allah meyebut tentang iman, disebut juga dzikrullah (mengingat Allah). ”Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Munafiqun : 9).

Di dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda: “Tanda orang munafiq ada tida, salah satunya adalah jika berbicara dia dusta.”

Dusta merupakan karakter yang secara kongkret membuktikan bahwa pelakunya telah terjangkiti “virus” nifak. Demikian pula halnya orang yang berdusta dengan cara bergurau (main-main) –meski sebagian orang telah meremehkan hal ini. Hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan Imam ahmad dalam kitab Musnad-nya dengan sanad jayid (baik), yang berbunyi:

“Celakalah bagi orang yang berbicara (bercerita) lalu berbohong agar orang-orang tertawa dengan cerita dustanya itu. Celaka baginya, celaka baginya, celaka baginya.”.[[3]]

Karakter Ke-2 : Ingkar Janji

Rasulullah SAW bersabda: “jika berjanji dia ingkar” (HR. Bukhari-Muslim)
Inkgar janji adalah sifat yang dapat merusak dan memporak-porandakan seluruh rencana. Ingkar janjji juga merupakan perilaku buruk yang dapat melunturkan kepercayaan dan kesetiaan masyarakat kepada seseorang. Seperti kurang disiplin dalam menepati waktu. Bahkan, keterlambatan seakan-akan telah menjadi sesuatu yang biasa. Oleh sebab itu, barangsiapa berjanji kepadamu dengan menentukan tempat dan waktu kesepakatan, kemudian mengingkari janji tersebut tanpa ada udzur syar’i, maka di dalam jiwanya telah bercokol cabang kemunafikan.

Seorang ulama yang shaleh, jika berjanji kepada sauadara-saudaranya sesama muslim selalu mengatakan, “Insya Allah, antara saya dan kamu tidak ada mau’id (waktu perjanjian). Jika saya dapat, saya akan datang. Namun, jika tidak dapt, berarti saya udzur.” Hal demikian dilakukannya dengan tujuan agar pada dirinya tidak tertulis salah satu dari cabang-cabang kemunafikan.

Karakter Ke-3 : Khianat

Dalil yang mendasari karakter ini adalah sabda Rasulullah saw : “Dan apabila berjanji, dia berkhianat”. [[4]]

Barangsiapa bersumpah kepada kaum muslimin atau kepada waliyul ‘amr (penguasa) –ataupun mengikat perjanjian dengan orang kafir dalam suatu peperangan—kemudian ia mengkhianati perjanjian yang telah ia sepakati, maka ia terhadap dirinya sendiri sebagai orang munafik, seperti yang termuat dalam Shahih Muslim, ketika Rasulullah saw melantik seseorang menjadi pemimpin dari serombongan tentara. Pada saat itu beliau berpesan:

“….Apabila kamu telah mengepung penduduk suatu kampung, lalu mereka mengharapkan agar kamu membat janji dengan Allah dan Nabi-Nya untuk mereka, maka janganlah kamu mengabulkannya. Namun, ikatlah mereka dengan janjimu dan para sahabatmu. Sebab, seandainya kamu melanggar perjanjian tersebut, maka akan lebih ringan dibandingkan pelanggaran terhadap janji Allah dan Rasul-Nya. Dan jika kamu mengepung penduduk suatu perkampungan (perbentengan), lalu memintamu untuk menurunkan kepada mereka hukum Allah, maka janganlah kamu mengabulkannya. Namun, turunkanlah kepada mereka hukummu. Karena sesungguhnya engkau tidak tahu apakah mereka mampu menerapkan hukum Allah terhadap mereka atau tidak.[ [5]]

Dengan demikian, barangsiapa memberikan janji kepada seseorang, atau kepada istrinya, anaknya, sahabatnya, atau kepada seseorang yang berwenang—kemudian dia mengkhianati janji tersebut tanpa ada sebab udzur syar’i—maka telah dianggap pada dirinya ada salah satu tanda kemunafikan.

Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya pada hari kiamat Allah akan meletakkan pada pengkhianat sebuah bendera. Lalu dikatakan: ‘Ingatlah, inilah pengkhianatan si fulan’. (HR. Imam Muslim)

Termasuk ke dalam pengkhianatan adalah menyia-nyiakan amanat. Sebagaimana kita ketahui, di pundak setiap muslim bertumpuk berbagai macam amanat. Mulai dari amanat Allah dan Rasul-Nya, amanat dakwah, amanat rumah tangga, amanat profesi, sampai kepada amanat dari diri sendiri. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” [[6]]

Karakter Ke-4 : Fujur dalam Pertikaian

Sabda Rasulullah SAW dalam Kitab Shahih Bukhari dan Muslim:
“Dan apabila bertengkar (bertikai), dia lacur.” [[7]]

Para ulama berpendapat, barangsiapa bertikai dengan seorang muslim –saya sebutkan “seorang muslim”, sebab pertikaian dengan orang-orang kafir memiliki pembahasan tersendiri—kemudian dia berbuat lacur/fasik dalam pertengkarannya, maka Allah menyaksikan bahwa orang tersebut tergolong fajur (yang berbuat lacur) sekaligus munafik.

Sementara itu, mengenai pertengkaran dengan orang kafir, dalam hal ini ada hadits Nabi SAW yang menyebutkan: “Peperangan itu tipu muslihat.” [[8]]

Ali bin Abi Thalib sendiri dalam menghadapi musuh kafir menerapkan strategi dengan landasan hadits tersebut. Apabila orang-orang kafir telah berkhianat, lalu kita mempermainkan dan mengadakan tipu muslihat terhadap mereka, maka hal itu mempunyai landasan serta tidak termasuk khianat dan lacur. Hal ini tergolong dalam kategori strategi dan tipu muslihat terhadap musuh Islam.


[1] (QS Al-Baqarah [2]:8-10)

[2] (QS. Al Munafiqun: 1)

[3] (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Kitab Al Iman, Bab ‘Alamah al Munafiq, juz 1/11 (Fathul Bahri), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim pada Kitab Al Iman, Bab Bayan Khishaal Al Munafiq, juz II, Jilid I, hlm. 46 (Syarh An Nawai). Keduanya dari Abu Hurairahr.a)

[4] (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Kitab Al Iman, Bab ‘Alamah al Munafiq, juz 1/11 (Fathul Bahri), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim pada Kitab Al Iman, Bab Bayan Khishaal Al Munafiq, juz II, Jilid I, hlm. 46 (Syarh An Nawai). Keduanya dari Abdullah bin amr bin Al ‘ash)

[5] .”(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Kitab As Sair, Bab Ta’mirul ‘Umara ‘Alal Bu’uts, jilid IV, juz 12/3-38 (Syarh Nawawi).

[6] (QS. Al Anfaal : 27).

[7] (Diriwayatkan oleh Imam Bukhari pada Kitab Al Iman, Bab ‘Alamah al Munafiq, juz 1/11 (Fathul Bahri), juga diriwayatkan oleh Imam Muslim pada Kitab Al Iman, Bab Bayan Khishaal Al Munafiq, juz II, Jilid I, hlm. 46 (Syarh An Nawai). Keduanya dari Abdullah bin amr bin Al ‘ash).

[8] (Diriwayatkan oleh Abu Daud pada Kitab Al Adab, Bab Al “idah, nomor 4996. Dan Imam Al Baihaqi (10/198) dari jalan Ibrahim bin Thahan dengan isnad yang sama, dalam Kitab Asy Syahadat, Bab Man Wa’ada Ghairuhu. Hadits ini dha’if karena perawi yang majhul, yaitu Abdul Karim bin Abdullah bin Syaqiq. Lihat Kitab Sunan Abu daud, hadits nomor 4996).

Posted by amma at 05:30:30 | Permanent Link | Comments (0) |

Januari 18, 2009 at 2:21 pm

antropology

I. PENDAHULUAN

    A. Rasional

    Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaan secara menyeluruh. Di satu pihak manusia adalah pencipta kebudayaan, di pihak lain kebudayaan yang “menciptakan” manusia sesuai dengan lingkungannya. Dengan demikian, terjalin hubungan timbal balik yang sangat erat dan padu antara manusia dan kebudayaan.

    Dalam kebudayaan, bahasa menduduki tempat yang unik dan terhormat. Selain sebagai unsur kebudayaan, bahasa juga berfungsi sebagai sarana terpenting dalam pewarisan, pengembangan dan penyebarluasan kebudayaan.

    Agar memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai kedudukan, fungsi dan peran bahasa dalam kebudayaan, pengenalan dan pemahaman mengenai antropologi dengan sendirinya merupakan sesuatu yang mutlak diketahui para siswa melaui suatu pelajaran yang mandiri. Dengan memperlajari antropologi diharapkan para siswa dapat/mampu menyerap antropologi sebagai pengetahuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menyikapi perbedaan latar budaya, masyarakat, bahasa dan kepercayaan di masyarakat.

    B. Pengertian

    Antropologi adalah ilmu tentang keanekaragaman manusia dan kebudayaannya. Antropologi memiliki sub disiplin seperti antropologi biologi,etnolinguistik, arkeologi-prehistori, dan etnologi.

    C. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran

    1. Fungsi

    Pengajaran Antropologi berfungsi untuk :

    1. Meningkatkan kemampuan mengenali, mengungkapkan, dan menganalisis berbagai peristiwa (fenomena) kebudayaan di lingkungan masyarakat sendiri;
    2. Mengembangkan wawasan dan penghargaan siswa terhadap budaya sendiri dan budaya masyarakat lain, terutama di bidang bahasa, seni, kepercayaan, dan ilmu pengetahuan di berbagai lingkungan masyarakat Indonesia;
    3. Mendorong tumbuhnya kesadaran akan kerukunan hidup bersama dalam masyarakat;
    4. Meningkatkan kepedulian dan minat siswa untuk memahami potensi kebudayaan lokal dalam pembangunan masyarakat Indonesia;
    5. Menumbuhkan kepribadian yang kuat dalam menyikapi perubahan sosial budaya, dan dampak globalisasi bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  1. Tujuan

    Pengajaran antropologi di Sekolah Menengah Umum bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan antropologi, agar siswa mampu memahami dan menelaah secara kritis dan rasional tentang berbagai fenomena sosiokultural dengan menggunakan konsep dasar antropologi

    D. Ruang Lingkup Antropologi

    Ruang lingkup mata pelajaran antropologi adalah sebagai berikut:

  1. Keragaman budaya
  2. Bahasa
  3. Seni
  4. Religi
  5. Ilmu pengetahuan dan teknologi

    E. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum

    Standar Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang  dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar.

    Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ini meliputi:

    1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianutnya

    2. Menggunakan  bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi dengan orang lain.

    3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep, teknik-teknik, pola, struktur, dan hubungan.

    4. Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.

    5. Memahami dan menghargai lingkungan fisik, makhluk hidup, dan teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.

    6. Berpartisipasi, berinteraksi, dan berkontribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis, dan historis.

    7. Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab.

    8. Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

    9. Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri, dan bekerja sama dengan orang lain.

F.   Standar Kompetensi Bahan Kajian Ilmu-ilmu Sosial dan Kewarganegaraan

  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang sistem sosial dan budaya dan menerapkannya untuk:
    1. Mengembangkan sikap kritis dalam situasi sosial yang timbul sebagai akibat perbedaan yang ada di masyarakat
    1. Menentukan sikap terhadap proses perkembangan dan perubahan sosial budaya
    2. Menghargai keanekaragaman sosial budaya dalam masyarakat multikultur
  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang manusia, tempat, dan lingkungan dan menerapkannya untuk:
    1. Menganalisis proses kejadian, interaksi dan saling ketergantungan antara gejala alam dan kehidupan di muka bumi dalam dimensi ruang dan waktu
    1. Terampil dalam memperoleh, mengolah, dan menyajikan informasi geografis
  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang perilaku ekonomi dan kesejahteraan dan menerapkannya untuk:
    1. Berperilaku yang rasional dan manusiawi dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi
    2. Menumbuhkan jiwa, sikap, dan perilaku kewirausahaan
    3. Menganalisis sistem informasi keuangan lembaga-lembaga ekonomi.
    4. Terampil dalam praktik usaha ekonomi sendiri
  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang waktu, keberlanjutan  dan perubahan dan menerapkannya untuk:
    1. Menganalisis keterkaitan antara manusia, waktu, tempat, dan kejadian
    2. Merekonstruksi masa lalu, memaknai masa kini, dan memprediksi masa depan
    3. Menghargai berbagai perbedaan serta keragaman sosial, kultural, agama, etnis, dan politik dalam masyarakat dari pengalaman belajar peristiwa sejarah
  1. Kemampuan memahami dan menginternalisasi sistem berbangsa dan bernegara dan menerapkannya untuk:
    1. Mewujudkan persatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
    2. Membiasakan untuk mematuhi norma, menegakkan hukum, dan menjalankan peraturan
    3. Berpartisipasi dalam mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang demokratis; menjunjung tinggi, melaksanakan, dan menghargai  HAM.

    G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran

    Menyadari adanya kesamaan budaya dan menghargai serta menghormati perbedaan budaya, bahasa, seni, kepercayaan dan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat.

    H.  Rambu-rambu

  1. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan pedoman bagi pengembang kurikulum  di daerah untuk menyusun silabus yang akan digunakan oleh guru dalam melaksanakan tugas mengelola proses belajar mengajar di sekolah.
  2. Pemahaman pengembang kurikulum di daerah terhadap kurikulum merupakan syarat mutlak agar dapat menyusun silabus sesuai dengan kebutuhan daerah.
  3. Dalam kurikulum berbasis kompetensi, metode dan sumber belajar yang digunakan tidak dicantumkan secara khusus agar guru dapat mengembangkan kurikulum secara optimal berdasarkan kompetensi yang harus dicapai dan disesuaikan dengan kondisi setempat. Dalam penggunaan sumber belajar, dianjurkan jangan menggunakan sumber yang seragam. Biarkan siswa menggunakan sebanyak mungkin referensi yang relevan. Ini bukan berarti siswa harus memiliki banyak buku, melainkan harus banyak baca buku.
  4. Penggunaan jam tatap muka diharapkan seefisien mungkin, terutama menyangkut hal-hal baru yang perlu diinformasikan  secara klasikal,  membantu siswa dalam memecahkan masalah yang ditemui ketika mereka belajar mandiri, atau untuk melakukan konfirmasi tentang hal-hal yang belum dipahami sepenuhnya oleh siswa. Untuk pengembangan selanjutnya diupayakan agar siswa banyak belajar dari pengalaman sendiri, interaksi dengan teman sebaya, atau masyarakat saat berada di luar kelas.

    5. Pendekatan pembelajaran antropologi adalah pendekatan pembelajaran aktif yang memfungsikan guru, siswa dan sarana belajar secara sinergi.

    Pendekatan pembelajaran ini dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Keseimbangan antara kognisi, keterampilan, afektif dan keseimbangan antara deduksi dan induksi.
    2. Penyajian materi perlu menggunakan ilustrasi (contoh, deskripsi, gambar) dan pemberian tugas secara aktif.
    3. Proses pembelajaran dilakukan dengan upaya memfasilitasi tumbuhnya dinamika kelompok di dalam kelas, sehingga terwujud siswa yang mandiri dalam belajar.

    6. Pengorganisasian materi pengajaran antropologi berdasarkan struktur keilmuan.

    7. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

    Dalam mempelajari konsep-konsep antropologi siswa dimungkinkan untuk mencari, mengolah, dan mengkomunikasikan informasi tentang masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

    Para siswa dapat membaca buku, majalah, atau surat kabar yang memuat tulisan atau artikel mengenai masalah yang berkaitan dengan masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya. Untuk memahami posisi tulisan atau artikel tersebut serta untuk memahami kebijakan apa yang ditawarkan untuk memecahkan masalah, tentu saja para siswa harus membacanya dengan seksama dan tidak cukup satu kali. Bawalah bahan-bahan yang diperoleh ke kelas. Beritahukanlah bahan-bahan tersebut kepada guru dan teman sekelas.

    Para siswa juga dapat didorong untuk mencari dan mendengarkan laporan berita pada televisi atau radio yang berkenaan dengan masalah masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya serta kebijakan-kebijakan untuk menangani masalah tersebut. Bawalah informasi tersebut ke kelas untuk diberitahukan kepada guru dan teman sekelas.

Mei 25, 2008 at 9:17 pm

sosiolog

http://www.amma06.multiply.com

Continue Reading Mei 25, 2008 at 8:49 pm

ungkapan jiwa

SObat…..!!!! **
Asal beranjak dari pertemuan dahulu
Pertama mengenal jadi saudara hati
Bahkan habis waktu berdua terlalui
Seikat kata serasikan jiwa mendendang
Lantang berjalan meyatu tujuan
Dan hampir tak kan tercerai bahkan
pada kehidupan menimpa sekalipun
namun beralih kau mulai terbujuk rayu
pada siapa entah…..???????
seutas senyum pada hatimu memikat
menutup matamu dari benak kau terlupa semakin
akan janji kita pernah berkata bersua
dan lebih memilih mengejar menjadi budak cinta
pergi kau hapus makna artikan segala
tinggalkan jauh jejak langkah persahabatan
rajut senandung asmara benar kau tak teringat sekalipun
pudar bercecer seakan kau buang begitu saja
dari janji dan untai kata pernah terucap
pun tak kan pernah hirau dirimu pada
selama masih tergoda hatimu memanja cintamu

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mei 25, 2008 at 7:57 pm

artikel

…ARTI SEORANG SAHABAT…

(By: KJR_13/09/1983)

Bila Dia memanggilmu lebih dahulu

Mohonlah pada-Nya apakah dapat membawa seorang sahabat

Bila usiamu sampai seratus tahun

Aku ingin hidup seratus tahun kurang satu hari

Jadi aku akan merasa hidup tanpamu

Disisiku

Persahabatan sejati layaknya arti kesehatan

Nilainya baru kita sadari setelah kita kehilanganya

Sahabat sejati,akan

Tetap bersama kita

Ketika kita merasa seisi dunia meninggalkan kita

Ayahku selalu berkata

”Bila kamu memiliki banyak

sahabat sejati , maka

Kau akan memiliki kehidupan

Yang indah”

Jika seluruh sahabatku

Melompat

Demi suatu jurang

Aku tak akan mengikuti mereka

Aku akan ada didasar jurang

untuk menangkap mereka

Rangkullah sahabat sejatimu dengan kedua tanganmu

Aku akan membinmbingmu

Dan aku akan membimbingku

Begitu sebaliknya

Persahabatan adalah satu jiwa

Dalam dua raga

Jangan kamu berjalan

Didepanku, aku tak dapat mengikutimu

Jangan kamu berada dibelakangku, aku tak bisa

Memimpinmu

Berjalanlah disampingku

Jadilah temanku

Teman akan mendengarkan Apa yang kau katakan

sahabat sejati akan mendengar

apa yang tidak kamu katakan

Seorang sahabat adalah yang dapat

Mendengarkan lagu didalam hatimu

Dan menyanyikan kembali tatkala

Kau lupa akan bait-baitnya

Kita semua memiliki peran

yang berbeda dalam hidup ini

Tapi tak menjadi soal dimana posisi kita

Akan memiliki arti sekecil apapun

Peran itu

Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita

Orang asing adalah teman

Yang menunggu apa yang terjadi

Sahabat sejati seperti pegangan

Mangkuk kehidupan

Mei 24, 2008 at 9:09 pm 1 komentar

new illuminance

Meditasi Gunung Dalam Keindahan Fatamorgana Cercaan
By amma.uth@gmail.com

Aku tuli, dan hanya kebenaran saja yang terdengar, Aku buta, dan
kebenaran saja yang tampak, Aku bisu, dan hanya kebenaran saja yang
terucap, Aku bukan sesuatu, dan hanya kebenaran saja yang ada. Apakah
yg anda TAHU ? Mengapa anda anggap apa yang anda tahu itu benar ?
Sekali kaki melangkah untuk mencapai CITA, pantang berputus asa
sebelum terwujud menjadi kenyataan

Ibarat     bahtera    itulah syari’at
Ibarat  samudera   itulah thariqat
Ibarat    Mutiara  itulah    haqiqat.

Adalah thariqat itu suatu sikap hidup
Orang yang teguh pada pegangan yang genap
Ia waspada dalam ibadah yang mantap
Bersikap wara’ dalam berperilaku dan sikap
Dengan riyadhah itulah jalan yang tetap.
Hidup adalah suatu perjuangan yang tentu saja membutuhkan pengorbanan,
namun pengorbanan akan hampa dari sebuah makna jika tidak dibarengi
keikhlasan
Perumpamaan orang berilmu adalah laksana tanaman padi semakin berisi
semakin merunduk, semakin bertambah ilmunya  semakin tawadu’ dan
rendah hati.
Ada falsafah ada cerita
Ada kebenaran ada kefanaan
Ada duka ada makna
Bagaimana mungkin air bisa menjadi pelebur jiwa yang hampa
ketika dunia tidak lagi bermusim dan  rasa tanpa iba.
Adakah sebuah kebalikan menjadi pencerahan
Keteraturan alam semesta ini ditentukan oleh gerak (motion).
Gerak merupakan penyebab terjadinya perubahan (change) di alam
semesta. Akhirnya akal manusia tiba pada suatu titik yang ultimate
yaitu, sumber penyebab dari semua gerak, yaitu Unmoved Mover,
Penggerak yang tidak digerakkan.
Berpikirkah manusia, alam saja jika tidak teratur akan hancur, dimana
keteraturan dan kedisiplinan ?
Jika anda tidak saling menjaga kasih sayang, yakinlah suatu saat anda
akan kehilangan saudara dan sahabat.
Kemana membawa sebuah nilai, hijrahkah ? setitik rasa tidak bisa
diungkapkan untuk menempuh  tujuan. Hanya anda yang tau diri anda
sebenarnya. Bagaimana melarang hujan ketika ada awan bagaimana
melarang daun jatuh berguguran ketika ada angin. Sungguh pencerahan
hanya terbenam dalam titik alam bawah sadar, jika anda percaya maka
kepercayaan anda akan membawa anda ke jalan kesuksesan, Epistemology
menjadi justifikasi keabsahan nilai-nilai (aksio) anda. Adakala hijrah
dibenarkan tetapi adakala hijrah merupakan sesuatu yang tidak dapat
dimaafkan ketika kondisi harus dpertanyakan ?
Semua kesuksesan didunia ini terjadi karena pergeseran paradigma
Jika engkau ingin bertemu dengan dia-NYA (Allah) maka jangan engkau
mensyarikatkannya ….

Jauhi riya, ujub, dan sifat tidak  enak dalam berbuat or beramal bukan
karena ALLAH.

Setetes keringat orang tua jangan engkau sia-siakan.
Gelisah dan gundah adakalanya kontak batin dari orang tua kita

Jauhi sifat ego, iri, dengki, riya, ujub, malas, penakut dan dhalim

Tumbuhkan sifat lapang dada, rela berkorban, setia kawan, pemaaf,
tenang dalam menghadapi masalah serta ikhlas semata karena Allah n
sabar ketika disakiti (cobaan, ujian, examination;test kelulusan)

Allahumma inni a’uzubika minal hammi wal hazani, wa a’uzubika minal
‘ajzi wal kasali wa a’uzubika minal jubni wal bukhli wa a’uzubika min
ghalabati ddaini wa qahri rrijal.

Ya Allah aku berlindung padamu dari rasa sesak dada dan gelisah,
kelemahan dan kemalasan, penakut dan kikir dan aku berlindung pada-Mu
dari dilingkupi utang dan dominasi manusia.

lih.(QS. Al- Hadid: 20)

Ketahuilah bahawa (yang dikatakan) kehidupan dunia itu tidak lain
hanyalah (bawaan hidup yang berupa semata-mata) permainan dan hiburan
(yang melalaikan) serta perhiasan (yang mengurang), juga (bawaan hidup
yang bertujuan) bermegah-megah di antara kamu (dengan kelebihan,
kekuatan, dan bangsa keturunan) serta berlumba-lumba membanyakkan
harta benda dan anak pinak; (semuanya itu terhad waktunya) samalah
seperti hujan yang (menumbuhkan tanaman yang menghijau subur)
menjadikan penanamnya suka dan tertarik hati kepada kesuburannya,
kemudian tanaman itu bergerak segar (ke suatu masa yang tertentu),
selepas itu engkau melihatnya berupa kuning; akhirnya ia menjadi
hancur bersepai; dan (hendaklah diketahui lagi, bahawa) di akhirat ada
azab yang berat (di sediakan bagi golongan yang hanya mengutamakan
kehidupan dunia itu), dan (ada pula) keampunan besar serta keredaan
dari Allah (disediakan bagi orang-orang yang mengutamakan akhirat).
Dan (ingatlah, bahawa) kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah
kesenangan bagi orang-orang yang terpedaya.

muhammad al idsa

Mei 24, 2008 at 8:33 pm


September 2016
S S R K J S M
« Jan    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Laman

Tulisan Teratas

Flickr Photos

Yosemite Falls at Sunset

Denali on an Autumn Day

coast

Lebih Banyak Foto

Blog Stats

  • 3,242 hits

Komentar Terbaru

koko di artikel