antropology

Mei 25, 2008 at 9:17 pm

I. PENDAHULUAN

    A. Rasional

    Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan kebudayaan secara menyeluruh. Di satu pihak manusia adalah pencipta kebudayaan, di pihak lain kebudayaan yang “menciptakan” manusia sesuai dengan lingkungannya. Dengan demikian, terjalin hubungan timbal balik yang sangat erat dan padu antara manusia dan kebudayaan.

    Dalam kebudayaan, bahasa menduduki tempat yang unik dan terhormat. Selain sebagai unsur kebudayaan, bahasa juga berfungsi sebagai sarana terpenting dalam pewarisan, pengembangan dan penyebarluasan kebudayaan.

    Agar memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai kedudukan, fungsi dan peran bahasa dalam kebudayaan, pengenalan dan pemahaman mengenai antropologi dengan sendirinya merupakan sesuatu yang mutlak diketahui para siswa melaui suatu pelajaran yang mandiri. Dengan memperlajari antropologi diharapkan para siswa dapat/mampu menyerap antropologi sebagai pengetahuan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menyikapi perbedaan latar budaya, masyarakat, bahasa dan kepercayaan di masyarakat.

    B. Pengertian

    Antropologi adalah ilmu tentang keanekaragaman manusia dan kebudayaannya. Antropologi memiliki sub disiplin seperti antropologi biologi,etnolinguistik, arkeologi-prehistori, dan etnologi.

    C. Fungsi dan Tujuan Mata Pelajaran

    1. Fungsi

    Pengajaran Antropologi berfungsi untuk :

    1. Meningkatkan kemampuan mengenali, mengungkapkan, dan menganalisis berbagai peristiwa (fenomena) kebudayaan di lingkungan masyarakat sendiri;
    2. Mengembangkan wawasan dan penghargaan siswa terhadap budaya sendiri dan budaya masyarakat lain, terutama di bidang bahasa, seni, kepercayaan, dan ilmu pengetahuan di berbagai lingkungan masyarakat Indonesia;
    3. Mendorong tumbuhnya kesadaran akan kerukunan hidup bersama dalam masyarakat;
    4. Meningkatkan kepedulian dan minat siswa untuk memahami potensi kebudayaan lokal dalam pembangunan masyarakat Indonesia;
    5. Menumbuhkan kepribadian yang kuat dalam menyikapi perubahan sosial budaya, dan dampak globalisasi bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
  1. Tujuan

    Pengajaran antropologi di Sekolah Menengah Umum bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan antropologi, agar siswa mampu memahami dan menelaah secara kritis dan rasional tentang berbagai fenomena sosiokultural dengan menggunakan konsep dasar antropologi

    D. Ruang Lingkup Antropologi

    Ruang lingkup mata pelajaran antropologi adalah sebagai berikut:

  1. Keragaman budaya
  2. Bahasa
  3. Seni
  4. Religi
  5. Ilmu pengetahuan dan teknologi

    E. Standar Kompetensi Lintas Kurikulum

    Standar Kompetensi Lintas Kurikulum merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang  dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar.

    Standar Kompetensi Lintas Kurikulum ini meliputi:

    1. Memiliki keyakinan, menyadari serta menjalankan hak dan kewajiban, saling menghargai dan memberi rasa aman, sesuai dengan agama yang dianutnya

    2. Menggunakan  bahasa untuk memahami, mengembangkan, dan mengkomunikasikan gagasan dan informasi, serta untuk berinteraksi dengan orang lain.

    3. Memilih, memadukan, dan menerapkan konsep-konsep, teknik-teknik, pola, struktur, dan hubungan.

    4. Memilih, mencari, dan menerapkan teknologi dan informasi yang diperlukan dari berbagai sumber.

    5. Memahami dan menghargai lingkungan fisik, makhluk hidup, dan teknologi, dan menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai untuk mengambil keputusan yang tepat.

    6. Berpartisipasi, berinteraksi, dan berkontribusi aktif dalam masyarakat dan budaya global berdasarkan pemahaman konteks budaya, geografis, dan historis.

    7. Berkreasi dan menghargai karya artistik, budaya, dan intelektual serta menerapkan nilai-nilai luhur untuk meningkatkan kematangan pribadi menuju masyarakat beradab.

    8. Berpikir logis, kritis, dan lateral dengan memperhitungkan potensi dan peluang untuk menghadapi berbagai kemungkinan.

    9. Menunjukkan motivasi dalam belajar, percaya diri, bekerja mandiri, dan bekerja sama dengan orang lain.

F.   Standar Kompetensi Bahan Kajian Ilmu-ilmu Sosial dan Kewarganegaraan

  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang sistem sosial dan budaya dan menerapkannya untuk:
    1. Mengembangkan sikap kritis dalam situasi sosial yang timbul sebagai akibat perbedaan yang ada di masyarakat
    1. Menentukan sikap terhadap proses perkembangan dan perubahan sosial budaya
    2. Menghargai keanekaragaman sosial budaya dalam masyarakat multikultur
  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang manusia, tempat, dan lingkungan dan menerapkannya untuk:
    1. Menganalisis proses kejadian, interaksi dan saling ketergantungan antara gejala alam dan kehidupan di muka bumi dalam dimensi ruang dan waktu
    1. Terampil dalam memperoleh, mengolah, dan menyajikan informasi geografis
  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang perilaku ekonomi dan kesejahteraan dan menerapkannya untuk:
    1. Berperilaku yang rasional dan manusiawi dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi
    2. Menumbuhkan jiwa, sikap, dan perilaku kewirausahaan
    3. Menganalisis sistem informasi keuangan lembaga-lembaga ekonomi.
    4. Terampil dalam praktik usaha ekonomi sendiri
  1. Kemampuan memahami fakta, konsep, dan generalisasi tentang waktu, keberlanjutan  dan perubahan dan menerapkannya untuk:
    1. Menganalisis keterkaitan antara manusia, waktu, tempat, dan kejadian
    2. Merekonstruksi masa lalu, memaknai masa kini, dan memprediksi masa depan
    3. Menghargai berbagai perbedaan serta keragaman sosial, kultural, agama, etnis, dan politik dalam masyarakat dari pengalaman belajar peristiwa sejarah
  1. Kemampuan memahami dan menginternalisasi sistem berbangsa dan bernegara dan menerapkannya untuk:
    1. Mewujudkan persatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
    2. Membiasakan untuk mematuhi norma, menegakkan hukum, dan menjalankan peraturan
    3. Berpartisipasi dalam mewujudkan masyarakat dan pemerintahan yang demokratis; menjunjung tinggi, melaksanakan, dan menghargai  HAM.

    G. Standar Kompetensi Mata Pelajaran

    Menyadari adanya kesamaan budaya dan menghargai serta menghormati perbedaan budaya, bahasa, seni, kepercayaan dan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat.

    H.  Rambu-rambu

  1. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan pedoman bagi pengembang kurikulum  di daerah untuk menyusun silabus yang akan digunakan oleh guru dalam melaksanakan tugas mengelola proses belajar mengajar di sekolah.
  2. Pemahaman pengembang kurikulum di daerah terhadap kurikulum merupakan syarat mutlak agar dapat menyusun silabus sesuai dengan kebutuhan daerah.
  3. Dalam kurikulum berbasis kompetensi, metode dan sumber belajar yang digunakan tidak dicantumkan secara khusus agar guru dapat mengembangkan kurikulum secara optimal berdasarkan kompetensi yang harus dicapai dan disesuaikan dengan kondisi setempat. Dalam penggunaan sumber belajar, dianjurkan jangan menggunakan sumber yang seragam. Biarkan siswa menggunakan sebanyak mungkin referensi yang relevan. Ini bukan berarti siswa harus memiliki banyak buku, melainkan harus banyak baca buku.
  4. Penggunaan jam tatap muka diharapkan seefisien mungkin, terutama menyangkut hal-hal baru yang perlu diinformasikan  secara klasikal,  membantu siswa dalam memecahkan masalah yang ditemui ketika mereka belajar mandiri, atau untuk melakukan konfirmasi tentang hal-hal yang belum dipahami sepenuhnya oleh siswa. Untuk pengembangan selanjutnya diupayakan agar siswa banyak belajar dari pengalaman sendiri, interaksi dengan teman sebaya, atau masyarakat saat berada di luar kelas.

    5. Pendekatan pembelajaran antropologi adalah pendekatan pembelajaran aktif yang memfungsikan guru, siswa dan sarana belajar secara sinergi.

    Pendekatan pembelajaran ini dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Keseimbangan antara kognisi, keterampilan, afektif dan keseimbangan antara deduksi dan induksi.
    2. Penyajian materi perlu menggunakan ilustrasi (contoh, deskripsi, gambar) dan pemberian tugas secara aktif.
    3. Proses pembelajaran dilakukan dengan upaya memfasilitasi tumbuhnya dinamika kelompok di dalam kelas, sehingga terwujud siswa yang mandiri dalam belajar.

    6. Pengorganisasian materi pengajaran antropologi berdasarkan struktur keilmuan.

    7. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi

    Dalam mempelajari konsep-konsep antropologi siswa dimungkinkan untuk mencari, mengolah, dan mengkomunikasikan informasi tentang masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya dengan memanfaatkan teknologi informasi.

    Para siswa dapat membaca buku, majalah, atau surat kabar yang memuat tulisan atau artikel mengenai masalah yang berkaitan dengan masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya. Untuk memahami posisi tulisan atau artikel tersebut serta untuk memahami kebijakan apa yang ditawarkan untuk memecahkan masalah, tentu saja para siswa harus membacanya dengan seksama dan tidak cukup satu kali. Bawalah bahan-bahan yang diperoleh ke kelas. Beritahukanlah bahan-bahan tersebut kepada guru dan teman sekelas.

    Para siswa juga dapat didorong untuk mencari dan mendengarkan laporan berita pada televisi atau radio yang berkenaan dengan masalah masyarakat, budaya, lingkungan, dan perubahannya serta kebijakan-kebijakan untuk menangani masalah tersebut. Bawalah informasi tersebut ke kelas untuk diberitahukan kepada guru dan teman sekelas.

Iklan

Entry filed under: fak ushuluddin.

sosiolog Artikel Hadits


Mei 2008
S S R K J S M
    Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Laman

Tulisan Teratas

Flickr Photos

Blog Stats

  • 3,278 hits

Komentar Terbaru

koko di artikel

%d blogger menyukai ini: